Table of Contents: Difference between revisions
Colabs Admin (talk | contribs) mNo edit summary |
Colabs Admin (talk | contribs) No edit summary |
||
| (25 intermediate revisions by the same user not shown) | |||
| Line 1: | Line 1: | ||
__NOEDITSECTION__ | __NOEDITSECTION__ | ||
==Deskripsi== | ==Deskripsi== | ||
[[File:Sensor With FairForward.jpg|thumb|Fair Forward bersama Tim Colabs, Masyarakat, Nelayan, dan Pemuda di Pulo Aceh]] | |||
Kolaborasi ''Community-based Innovation Lab for Climate Resilience (Co_LABS)'' bersama FAIR Forward, sebelumnya telah menghasilkan materi pembelajaran terkait Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung inisiatif ketahanan iklim berbasis komunitas serta pengembangan ekonomi biru di Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan hasil tersebut, inisiatif ini berfokus pada pengembangan sistem pembelajaran yang terbuka dan terstruktur melalui Learning Management System (LMS) serta platform pendukung Co_LABS Wiki. | |||
Terintegrasi dalam ekosistem Sekolah Internet Komunitas (SIK), pendekatan ini bertujuan memperluas akses pembelajaran AI dan IoT bagi komunitas di wilayah terpencil dan pesisir, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan secara ''peer-to-peer'' dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan menggabungkan modul digital mandiri dan platform pengetahuan terbuka, program ini diharapkan dapat mendukung akses jangka panjang, replikasi, serta keterlibatan yang lebih luas, termasuk dengan mitra baru. | |||
==Latar belakang== | ==Latar belakang== | ||
| Line 7: | Line 11: | ||
Untuk menjawab kebutuhan di kedua daerah ini, dibutuhkan sebuah sistem pemantauan kualitas air berbasis teknologi ''Internet of Things'' (IoT) yang dapat melakukan pengukuran secara otomatis dan mengirimkan data secara jarak jauh. Teknologi IoT memungkinkan pembangunan sistem pemantauan yang efisien, hemat biaya, dan dapat digunakan oleh masyarakat lokal maupun peneliti. Sistem ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dan aplikatif baik untuk konservasi ekosistem laut di Pulo Aceh maupun peningkatan produktivitas tambak di Maros. | Untuk menjawab kebutuhan di kedua daerah ini, dibutuhkan sebuah sistem pemantauan kualitas air berbasis teknologi ''Internet of Things'' (IoT) yang dapat melakukan pengukuran secara otomatis dan mengirimkan data secara jarak jauh. Teknologi IoT memungkinkan pembangunan sistem pemantauan yang efisien, hemat biaya, dan dapat digunakan oleh masyarakat lokal maupun peneliti. Sistem ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dan aplikatif baik untuk konservasi ekosistem laut di Pulo Aceh maupun peningkatan produktivitas tambak di Maros. | ||
==[[Sensor DIY]]== | ==[[Sensor Teknologi Tepat Guna (DIY)]]== | ||
*[[Sensor DIY#Daftar Komponen | *[[Sensor Teknologi Tepat Guna (DIY)#Daftar Komponen|Daftar Komponen]] | ||
*[[Sensor DIY#Skema Perakitan (Wiring)|Skema Perakitan (Wiring)]] | *[[Sensor Teknologi Tepat Guna (DIY)#Skema Perakitan (Wiring)|Skema Perakitan (Wiring)]] | ||
*[[Sensor DIY#Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266|Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266]] | *[[Sensor Teknologi Tepat Guna (DIY)#Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266|Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266]] | ||
*[[Pemrograman (Source Code)]] | *[[Sensor Teknologi Tepat Guna (DIY)#Pemrograman (Source Code)|Pemrograman (Source Code)]] | ||
*[[Langkah Implementasi]] | *[[Sensor Teknologi Tepat Guna (DIY)#Langkah Implementasi|Langkah Implementasi]] | ||
==[[Sensor Laut]]== | ==[[Sensor Laut]]== | ||
*[[Sensor Laut#Daftar Komponen|Daftar Komponen]] | |||
*[[Sensor Laut#Perakitan|Perakitan]] | *[[Sensor Laut#Perakitan|Perakitan]] | ||
*[[Sensor Laut#Pemrograman|Pemrograman]] | *[[Sensor Laut#Kalibrasi|Kalibrasi]] | ||
*[[Sensor Laut# | *[[Sensor Laut#Pemrograman (Source Code)|Pemrograman]] | ||
*[[Sensor Laut#Sensor Mounting Structures|Sensor Mounting Structures]] | |||
==[[Sensor Tambak]]== | ==[[Sensor Tambak]]== | ||
*[[Sensor Tambak | *[[Sensor Tambak#Daftar Komponen|Daftar Komponen]] | ||
*[[Sensor Tambak | *[[Sensor Tambak#Perakitan|Perakitan]] | ||
*[[Sensor Tambak | *[[Sensor Tambak#Pemrograman|Pemrograman]] | ||
*[[Sensor Tambak#Konfigurasi dan Kalibrasi|Konfigurasi dan Kalibrasi]] | |||
== | ==Software== | ||
* [[Instalasi dan Konfigurasi Library Arduino]] | |||
* [[Instalasi Elastic Search, Logstash, Kibana]] | * [[Instalasi Elastic Search, Logstash, Kibana]] | ||
* [[Konfigurasi Dashboard]] | * [[Konfigurasi Dashboard]] | ||
| Line 32: | Line 40: | ||
==[[Daftar Komponen]]== | ==[[Daftar Komponen]]== | ||
==[[ | ==[[Perawatan dan Troubleshooting]]== | ||
* [[Perawatan Berkala]] | * [[Perawatan dan Troubleshooting#Perawatan Berkala|Perawatan Berkala]] | ||
* [[Permasalah Umum]] | * [[Perawatan dan Troubleshooting#Permasalah Umum|Permasalah Umum]] | ||
Latest revision as of 02:33, 6 May 2026
Deskripsi

Kolaborasi Community-based Innovation Lab for Climate Resilience (Co_LABS) bersama FAIR Forward, sebelumnya telah menghasilkan materi pembelajaran terkait Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung inisiatif ketahanan iklim berbasis komunitas serta pengembangan ekonomi biru di Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan hasil tersebut, inisiatif ini berfokus pada pengembangan sistem pembelajaran yang terbuka dan terstruktur melalui Learning Management System (LMS) serta platform pendukung Co_LABS Wiki.
Terintegrasi dalam ekosistem Sekolah Internet Komunitas (SIK), pendekatan ini bertujuan memperluas akses pembelajaran AI dan IoT bagi komunitas di wilayah terpencil dan pesisir, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan secara peer-to-peer dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan menggabungkan modul digital mandiri dan platform pengetahuan terbuka, program ini diharapkan dapat mendukung akses jangka panjang, replikasi, serta keterlibatan yang lebih luas, termasuk dengan mitra baru.
Latar belakang
Perubahan iklim dan peningkatan aktivitas manusia di wilayah pesisir menyebabkan degradasi kualitas air laut secara signifikan. Pemantauan kualitas air laut yang dilakukan pada dua tempat yaitu di Pulo Aceh dan Maros. Pulo Aceh, sebagai wilayah kepulauan yang kaya akan biodiversitas laut, memiliki potensi besar untuk konservasi terumbu karang. Namun, kondisi perairan di wilayah ini masih belum sepenuhnya terpantau secara berkelanjutan, khususnya dalam hal parameter kualitas air yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan terumbu karang. Pemantauan kualitas air laut secara real-time sangat diperlukan untuk mendukung upaya rehabilitasi dan penanaman terumbu karang buatan di perairan sekitar Pulo Aceh. Sementara itu, Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan memiliki kawasan tambak yang cukup luas dan menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat. Produktivitas budidaya perikanan tambak sangat bergantung pada kestabilan kualitas air, terutama pH, salinitas, oksigen terlarut, dan suhu. Pemantauan manual sering kali tidak efisien dan menyulitkan pengambilan keputusan cepat saat kondisi air memburuk.
Untuk menjawab kebutuhan di kedua daerah ini, dibutuhkan sebuah sistem pemantauan kualitas air berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dapat melakukan pengukuran secara otomatis dan mengirimkan data secara jarak jauh. Teknologi IoT memungkinkan pembangunan sistem pemantauan yang efisien, hemat biaya, dan dapat digunakan oleh masyarakat lokal maupun peneliti. Sistem ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dan aplikatif baik untuk konservasi ekosistem laut di Pulo Aceh maupun peningkatan produktivitas tambak di Maros.
Sensor Teknologi Tepat Guna (DIY)
- Daftar Komponen
- Skema Perakitan (Wiring)
- Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266
- Pemrograman (Source Code)
- Langkah Implementasi
Sensor Laut
Sensor Tambak
Software
- Instalasi dan Konfigurasi Library Arduino
- Instalasi Elastic Search, Logstash, Kibana
- Konfigurasi Dashboard
- Instalasi Prophet