Jump to content

Table of Contents: Difference between revisions

From IoT Colabs Wiki
No edit summary
Tags: Manual revert Visual edit
No edit summary
Tag: Manual revert
 
(8 intermediate revisions by the same user not shown)
Line 11: Line 11:
*[[Sensor DIY#Skema Perakitan (Wiring)|Skema Perakitan (Wiring)]]
*[[Sensor DIY#Skema Perakitan (Wiring)|Skema Perakitan (Wiring)]]
*[[Sensor DIY#Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266|Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266]]
*[[Sensor DIY#Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266|Instalasi Arduino IDE & Setup ESP8266]]
*[[Pemrograman (Source Code)]]
*[[Sensor DIY#Pemrograman (Source Code)|Pemrograman (Source Code)]]
*[[Langkah Implementasi]]
*[[Sensor DIY#Langkah Implementasi|Langkah Implementasi]]


==[[Sensor Laut]]==
==[[Sensor Laut]]==
Line 27: Line 27:
*[[Sensor Tambak#Konfigurasi dan Kalibrasi|Konfigurasi dan Kalibrasi]]
*[[Sensor Tambak#Konfigurasi dan Kalibrasi|Konfigurasi dan Kalibrasi]]


==[[Software]]==
==Software==


* [[Instalasi dan Konfigurasi Library Arduino]]
* [[Instalasi Elastic Search, Logstash, Kibana]]
* [[Instalasi Elastic Search, Logstash, Kibana]]
* [[Konfigurasi Dashboard]]
* [[Konfigurasi Dashboard]]

Latest revision as of 16:40, 30 April 2026

Deskripsi

Latar belakang

Perubahan iklim dan peningkatan aktivitas manusia di wilayah pesisir menyebabkan degradasi kualitas air laut secara signifikan. Pemantauan kualitas air laut yang dilakukan pada dua tempat yaitu di Pulo Aceh dan Maros. Pulo Aceh, sebagai wilayah kepulauan yang kaya akan biodiversitas laut, memiliki potensi besar untuk konservasi terumbu karang. Namun, kondisi perairan di wilayah ini masih belum sepenuhnya terpantau secara berkelanjutan, khususnya dalam hal parameter kualitas air yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan terumbu karang. Pemantauan kualitas air laut secara real-time sangat diperlukan untuk mendukung upaya rehabilitasi dan penanaman terumbu karang buatan di perairan sekitar Pulo Aceh. Sementara itu, Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan memiliki kawasan tambak yang cukup luas dan menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat. Produktivitas budidaya perikanan tambak sangat bergantung pada kestabilan kualitas air, terutama pH, salinitas, oksigen terlarut, dan suhu. Pemantauan manual sering kali tidak efisien dan menyulitkan pengambilan keputusan cepat saat kondisi air memburuk.

Untuk menjawab kebutuhan di kedua daerah ini, dibutuhkan sebuah sistem pemantauan kualitas air berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dapat melakukan pengukuran secara otomatis dan mengirimkan data secara jarak jauh. Teknologi IoT memungkinkan pembangunan sistem pemantauan yang efisien, hemat biaya, dan dapat digunakan oleh masyarakat lokal maupun peneliti. Sistem ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dan aplikatif baik untuk konservasi ekosistem laut di Pulo Aceh maupun peningkatan produktivitas tambak di Maros.

Sensor DIY

Sensor Laut

Sensor Tambak

Software

Daftar Komponen

Perawatan dan Troubleshooting